Perubahan drastis kehidupan sejumlah warga desa Ogan Komering Ulu di Sumatera Selatan telah berlangsung sejak lima tahun silam. Penduduk desa setempat telah menyulap kebun dan sawah mereka menjadi bentangan karet berhektar-hektar luasnya. Mereka terpaksa merubah sistem perkebunan padi dan kopi yang seringkali gagal panen akibat banjir dan kemarau, belum lagi hama sawah yang meluluh-lantakan sebagian tanaman padi tersebut.
Beralihnya masyarakat dari perkebunan lama ke perkebunan karet banyak sekali dipengaruhi oleh faktor nilai ekonomisnya, faktor perawatan dan serangan hama pada tanaman yang belum didapatkan obatnya. Selain kebun duku yang menjadi investasi dan trade mark masyarakat Komering, kebun karet telah membanjiri lahan daerah sekitar yang dulunya dipenuhi tumbuhan ilalang dan tidak terawat. Tanaman karet tidak memerlukan investasi mahal dan memeras otak dalam perawatannya apalagi karet adalah komoditi ekspor yang harga jualnya dihitung dengan nilai mata uang Dolar AS.Pohon karet bisa tumbuh dimana saja asalkan perawatannya disesuaikan dengan kondisi yang ada. untuk harga bibit karet bervariasi, tergantung bibit unggul atau tidak. Biasanya untuk varietas unggul, mampu memproduksi lateks satu liter per pohon per hari (bisa lebih). Getah karet bisa disadap setelah berumur kira-kira 6-7 tahun dan hanya berhenti ketika musim gugur daun saja. Untuk 1ha lahan, bisa ditanam 350 - 500 bibit karet.Meski harga karet sering turun, tetapi petani karet selalu mendapatkan keuntungan. Banyak togel karet bisa hidup mewah dan gonta-ganti mobil baru dari hasil karet.
Selain bagus untuk investasi jangka panjang, kelebihan investasi kebun karet adalah ketiha usia pohon karet sudah tidak produktif kita bisa memanen kayunya artinya ada tabungan diakhir usia produktif. Rata-rata masa produktif kebun karet bisa sampai umur 20-25 tahun bahkan lebih. Bagi yang tertarik berinvestasi karet, mulai dari sekarang.
0 comments:
Post a Comment